
Bahagia itu sederhana
Sesederhana titik yang selalu mengalah pada koma
Bahagia itu sederhana
Sesederhana pita karbon berbagi warna pada kertas\\
Bahagia itu sederhana
Bahagia itu sederhana
Sesederhana kuku pendek mampu menggaruk punggung gatal
Bahagia itu sederhana
Sesederhana kamu mengembangkan hidung, mencuri udara segar
di fajar buta, lalu menghembuskannya lagi sesukamu lewat hidung atau mulut
Bahagia itu sederhana
Sesederhana mereka tersenyum
Bahagia itu sederhana
Sesederhana jeram bergelombang ke hilir
Bahagia itu sederhana
Sesederhana malam dan siang yang saling berbagi cahaya
Bahagia itu sederhana
Saat aku liat ibuku, bapakku, adikku, abangku, mereka, anak-anak
itu, dan tentunya kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar